Newest Post
1. Muhammad
Muhammad bin Abdullāh (Arab: محمد بن عبد الله; Transliterasi: Muḥammad),
adalah pembawa ajaran/agama Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi dan (Rasul) yang terakhir. Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, ia disebutkan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hijazh, Arab Saudi. Nabi Muhammad haram digambarkan dalam bentuk patung, kartun ataupun gambar ilustrasi. Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.
2. Isaac Newton
Karya bukunya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.
Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.
Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.
Sumber :Wikipedia Bahasa Indonesia
Tag :// Biografi,
Tag :// Tokoh Dunia

♣Nani nani wa nani nani desu♣
Contoh cara pembacaan dalam pelajaran :
1. desu = dibaca " DES " (huruf u diakhir kata tidak dibaca)
2. gakkou = huruf " O " di baca panjang (ooo)
3. ookii = huruf " O " dan " I " di baca panjang (ooo) - (iii)
4. narimashita = di baca "NARIMASTA" (huruf "i" tidak dibaca)
5. nihon = di baca "nihong" (huruf "n" diakhir kata dibaca "ng")
------------------------------ ------------------------------
Kosakata :
watashi (saya)
seito (murid)
sensei (guru)
gaikokujin (orang asing)
nihonjin (orang jepang)
amerikajin (orang amerika)
anata (anda)
kaishain (pegawai)
mo (juga)
de arimasen (bukan)
hai (ya)
iie (tidak)
sou (begitu)
san (tuan/nyonya)
jin (bangsa)
nani jin (orang apa)
saiban (hakim)
junsha (polisi)
------------------------------ ---------------------------
A. Penggunaan "Wa"
Susunan kalimat nominal dalam bahasa jepang adalah sebagai berikut : ( Pokok kalimat + wa + sebutan + desu ) Jadi tiap kata yang berkedudukan sebagai pokok kalimat selalu diberi kata �wa� dan Sesudah sebutan (predikat) harus diberi kata �desu�.
Contoh :
1. Watashi wa seito desu (Saya murid) saya = pokok kalimat - murid = sebutan
2. Yamada san wa nihonjin desu (Tuan Yamada orang jepang)
Perhatian : Kalau orang jepang menyebutkan nama seseorang, maka dibelakang nama itu selalu ditambah dengan kata �san� baik untuk pria ataupun wanita.
Untuk nama sendiri tidak boleh mempergunakan kata �san� Contoh : Watashi wa ahmad desu
------------------------------ ------------------------------ ----------
B. Penggunaan �mo� (juga)
Kata �mo� dalam bahasa Indonesia artinya juga. Jika subyek sudah mendapatkan kata �mo� maka kata �wa� tidak boleh dipergunakan lagi.
Contoh :
1.Yaseru san mo kaishain desu. (Yaser juga pegawai.)
2.Yaseru san mo kaishain de arimasen. (Yaser juga bukan pegawai.)
3.Yaser san mo rahmato san mo kaishain desu (Baik yaser dan rahmat adalah pegawai.) ------------------------------ ------------------------------ ------------
C. Kalimat Tanya �Ka�
Kalau kita ingin membentuk kata tanya maka setelah kata �desu� harus ditambah kata �Ka�.
Contoh :
1.Yaseru san mo kaishain desu ka? (Yaser pegawai kah?)
2. Hai.sou desu (Ya,benar.)
------------------------------ ------------------------------ -----------
pelajaran materi 1 sekian.
2. gakkou = huruf " O " di baca panjang (ooo)
3. ookii = huruf " O " dan " I " di baca panjang (ooo) - (iii)
4. narimashita = di baca "NARIMASTA" (huruf "i" tidak dibaca)
5. nihon = di baca "nihong" (huruf "n" diakhir kata dibaca "ng")
------------------------------
Kosakata :
watashi (saya)
seito (murid)
sensei (guru)
gaikokujin (orang asing)
nihonjin (orang jepang)
amerikajin (orang amerika)
anata (anda)
kaishain (pegawai)
mo (juga)
de arimasen (bukan)
hai (ya)
iie (tidak)
sou (begitu)
san (tuan/nyonya)
jin (bangsa)
nani jin (orang apa)
saiban (hakim)
junsha (polisi)
------------------------------
A. Penggunaan "Wa"
Susunan kalimat nominal dalam bahasa jepang adalah sebagai berikut : ( Pokok kalimat + wa + sebutan + desu ) Jadi tiap kata yang berkedudukan sebagai pokok kalimat selalu diberi kata �wa� dan Sesudah sebutan (predikat) harus diberi kata �desu�.
Contoh :
1. Watashi wa seito desu (Saya murid) saya = pokok kalimat - murid = sebutan
2. Yamada san wa nihonjin desu (Tuan Yamada orang jepang)
Perhatian : Kalau orang jepang menyebutkan nama seseorang, maka dibelakang nama itu selalu ditambah dengan kata �san� baik untuk pria ataupun wanita.
Untuk nama sendiri tidak boleh mempergunakan kata �san� Contoh : Watashi wa ahmad desu
------------------------------
B. Penggunaan �mo� (juga)
Kata �mo� dalam bahasa Indonesia artinya juga. Jika subyek sudah mendapatkan kata �mo� maka kata �wa� tidak boleh dipergunakan lagi.
Contoh :
1.Yaseru san mo kaishain desu. (Yaser juga pegawai.)
2.Yaseru san mo kaishain de arimasen. (Yaser juga bukan pegawai.)
3.Yaser san mo rahmato san mo kaishain desu (Baik yaser dan rahmat adalah pegawai.) ------------------------------
C. Kalimat Tanya �Ka�
Kalau kita ingin membentuk kata tanya maka setelah kata �desu� harus ditambah kata �Ka�.
Contoh :
1.Yaseru san mo kaishain desu ka? (Yaser pegawai kah?)
2. Hai.sou desu (Ya,benar.)
------------------------------
pelajaran materi 1 sekian.
Tag :// Belajar Bahasa Jepang,
Tag :// Japan Style
